Manusia-manusia modern, berseliweran dengan kartu-kartu tanda pengenal tergantung di leher mereka. Apa Anda termasuk diantaranya? Buat apa ya kartu semacam ini? Jangan-jangan ini lebih dari sekedar supaya kita dikenali orang lain. Jangan-jangan ini justru cara untuk selalu mengingatkan siapa diri kita sebenarnya… (hasil perenungan saat nongkrong di wc siang ini hihi…)

Manusia-manusia modern, berseliweran dengan kartu-kartu tanda pengenal tergantung di leher mereka. Apa Anda termasuk diantaranya? Buat apa ya kartu semacam ini? Jangan-jangan ini lebih dari sekedar supaya kita dikenali orang lain. Jangan-jangan ini justru cara untuk selalu mengingatkan siapa diri kita sebenarnya… (hasil perenungan saat nongkrong di wc siang ini hihi…)

Makan siang sore hari di kantin kantor hari ini - Nasi, acar timun, sup miso, sepotong ikan panggang plus telur dadar dan tahu rebus. Air putih gratis sampe kembung. Total 430 yen, 717 kcal. Bismillah! Moga jadi daging semua :))

Makan siang sore hari di kantin kantor hari ini - Nasi, acar timun, sup miso, sepotong ikan panggang plus telur dadar dan tahu rebus. Air putih gratis sampe kembung. Total 430 yen, 717 kcal. Bismillah! Moga jadi daging semua :))

“Presiden AS Joshua Bartlet dan Presiden Indonesia Rahm Siguto” - Lagi nonton ulang episode lama serial TV West Wing dan ketemu salah satu episode (season 1 eps 7) yang menampilkan sosok presiden Indonesia yang diperankan oleh orang Indonesia bernama Ariono Suriawinata. Ini sebenarnya episode yang bagus kalau saja produsernya mau sedikit riset. Nama presidennya saja Rahm Siguto yang tidak ada bau Indonesianya dan dia digambarkan hanya bisa berbahasa batak. Hahaha.. Konyol!

“Presiden AS Joshua Bartlet dan Presiden Indonesia Rahm Siguto” - Lagi nonton ulang episode lama serial TV West Wing dan ketemu salah satu episode (season 1 eps 7) yang menampilkan sosok presiden Indonesia yang diperankan oleh orang Indonesia bernama Ariono Suriawinata. Ini sebenarnya episode yang bagus kalau saja produsernya mau sedikit riset. Nama presidennya saja Rahm Siguto yang tidak ada bau Indonesianya dan dia digambarkan hanya bisa berbahasa batak. Hahaha.. Konyol!

Senja di Shibuya

Senja di Shibuya

Kartu Pos dari Jepun

Ada yang mau saya kirimi kartu pos dari Jepang?  Silahkan baca artikel ini dulu ya.

Semua berawal dari sebuah ide yang terlontar di forum Blogfam (komunitas Blogger tertua dan terkeren se Indonesia hehe..), dimana saya mengajak teman-teman Blogfamers untuk saling berkirim kartu pos lewat ruang “Sahabat Pena Blogfam.” 

Tapi kemudian ketika tengah mengunduh lebih dari 2500 foto saya di instagram lewat layanan http://instaport.me, terpikirkan untuk menjadikan foto-foto itu sebagai kartu pos. Idepun berkembang liar. Saya jadi tertarik bereksperimen “menitipkan” (baca: mengirimkan) beberapa foto Instagram pilihan dalam bentuk kartu pos, dan hasilnya nanti akan saya abadikan dalam bentuk e-book berjudul “Kartu Pos dari Jepun”. Yang istimewa adalah karena dalam ebook itu setiap foto akan mencantumkan nama orang yang saya kirimi kartu pos. Mau juga sih dibuat dalam bentuk cetak, tapi itu nanti lah.. Ebook saja dulu.

Baiklah kita mulai dengan 50 kartu pos. Siapa yang mau saya “titipi” (baca: dikirimi) kartu pos ekslusif ini? Ekslusif karena setiap orang akan menerima kartu pos yang berbeda dan tidak ada duanya, disertai cerita tentang foto di kartu itu. Berminat? Ini caranya: 

Read More

“Kartu Pos dari Jepun” - Di era Facebook ini masihkah anda berkirim surat lewat pos? Saya sedang memulai sebuah proyek pribadi untuk berkirim kartu pos ke teman-teman di mana saja berada, yang saya sebut “Kartu Pos dari Jepun.” Kartu posnya ekslusif karena saya ambil dari koleksi foto instagram saya dan setiap foto hanya dicetak satu untuk satu penerima. Untuk tahap awal saya hanya akan kirim 50 kartu pos ekslusif ini. Tertarik? Nantikan pengumumannya akhir pekan ini di blog ini atau di blog khusus untuk memajang kartu-kartu ini di http://hagakiku.tumblr.com :)

“Kartu Pos dari Jepun” - Di era Facebook ini masihkah anda berkirim surat lewat pos? Saya sedang memulai sebuah proyek pribadi untuk berkirim kartu pos ke teman-teman di mana saja berada, yang saya sebut “Kartu Pos dari Jepun.” Kartu posnya ekslusif karena saya ambil dari koleksi foto instagram saya dan setiap foto hanya dicetak satu untuk satu penerima. Untuk tahap awal saya hanya akan kirim 50 kartu pos ekslusif ini. Tertarik? Nantikan pengumumannya akhir pekan ini di blog ini atau di blog khusus untuk memajang kartu-kartu ini di http://hagakiku.tumblr.com :)

Salam pagi dari Shibuya! :)

Salam pagi dari Shibuya! :)

Gagalnya Pendidikan Konvensional - Pidato Erica Goldson

Ada sebuah tradisi di SMA-SMA di Amerika, dimana seorang lulusan terbaik akan membacakan pidato perpisahan. Mereka disebut sebagai valedictorian. Biasanya mereka akan menyampaikan kata-kata perpisahan, ucapan terimakasih bla bla bla dan seterusnya dan seterusnya, sebelum kemudian menerima ijazah tanda kelulusan. Upacara selesai! Kalau di film-film kemudian mereka akan bersama-sama melempar topi toga ke udara diiringi teriakan-teriakan ceria.

Tapi di tahun 2010, seorang valedictorian bernama Erica Goldson mengejutkan para guru, murid dan orang tua dan juga dunia (berkat jejaring sosial) lewat pidato perpisahan di sekolahnya. Alih-alih menyampaikan pidato standar, ia malah mengecam sistem pendidikan di negaranya. Ia menggambarkan sikap apatis terhadap sebuah sistem pendidikan yang disebutnya sebagai bentuk indoktrinasi yang hanya menghasilkan robot-robot yang seragam untuk masuk ke dunia kerja. 

Belakangan ini pidato Erica ini banyak beredar kembali di berbagai laman facebook pertemanan saya. Mungkin karena ini ada hubungannya dengan gembar-gembor kurikulum 2013 yang kontroversial itu, atau juga karena memang ini waktu-waktu penting dimana adik-adik kita di SD, SMP dan SMA tengah berjuang dengan senjata pensil 2B dan lembaran-lembaran soal yang akan menentukan masa depan mereka. Putri saya termasuk diantaranya.

Sayang pidato Erica itu tidak dikutip selengkapnya, padahal menurut saya runtunan pidatonya ini sangat memukau untuk ukuran anak SMA, dan patut kita semua baca dan renungkan. Ya meskipun sistem pendidikan Amerika dan Indonesia berbeda, banyak yang kita bisa dapat dari pidatonya ini. Versi aslinya bisa Anda lihat di situs pribadinya (klik disini) atau bisa lihat langsung di youtube (klik disini), tapi saya juga coba terjemahkan secara bebas di bawah ini. Semoga bermanfaat. Kalau ada masukan tentang terjemahan yang tidak tepat, mohon saya diberi masukan. (Bagian yang ditebalkan adalah dari saya, penerjemah.)

Read More

“Home Made Chicken Burger ala Pondok Meguro” - Tinggal di Jepun ini seringkali memaksa kita untuk kreatif. Susah misalnya mencari roti yg “aman” karena kalau tidak cermat memeriksa kandungan bahannya (yang ditulis dalam huruf kanji) kadang ada roti yang bahannya mengandung unsur dari hewan yang tidak halal. Maka bereksperimenlah si Bunda pagi ini utk membuat roti burger dengan panduan dari guru spiritualnya, si  Eyang Gugel hehe.. Hasilnya? Not bad.. Not bad at all, Bun!  Itadakimasu.. :)

“Home Made Chicken Burger ala Pondok Meguro” - Tinggal di Jepun ini seringkali memaksa kita untuk kreatif. Susah misalnya mencari roti yg “aman” karena kalau tidak cermat memeriksa kandungan bahannya (yang ditulis dalam huruf kanji) kadang ada roti yang bahannya mengandung unsur dari hewan yang tidak halal. Maka bereksperimenlah si Bunda pagi ini utk membuat roti burger dengan panduan dari guru spiritualnya, si Eyang Gugel hehe.. Hasilnya? Not bad.. Not bad at all, Bun! Itadakimasu.. :)

Mesin Anti Korupsi ala Jepang

Alat sebesar kulkas itu sekilas mirip “vending machine” untuk jualan. Ada slot untuk memasukkan koin dan ada beberapa pilihan tombol lengkap dengan harganya. Tapi alih-alih keluar minuman kaleng, yang keluar malah tiket seukuran tiket kereta KRL Jabotabek. 

Benda ini sudah pemandangan umum di Jepang, terpajang di depan banyak restoran, termasuk di kantin kantor saya seperti gambar di atas. Jadi setiap masuk restoran, kita tinggal lihat pilihan menu yang disajikan, ingat nomornya, terus pergi ke alat itu, masukkan koin sesuai harga, tekan nomor yang dikehendaki, tiket keluar dan serahkan kepada si penjual yang akan segera menyiapkan pesanan kita. Beres..

Read More